10 Pertanyaan yang Sering Muncul Dalam Penulisan Jurnal Ilmiah

Banyak pertanyaan yang sering muncul saat menulis jurnal ilmiah, seperti bagaimana cara menemukan jurnal yang tepat untuk artikel saya, apakah saya harus menulis jurnal ilmiah dalam bahasa inggris, apakah saya harus menulis abstrak dalam jurnal ilmiah saya, bagaimana cara memformat jurnal ilmiah saya sesuai dengan persyaratan jurnal, apa itu plagiarisme, bagaimana cara menghindari plagiarisme dalam penulisan jurnal ilmiah saya, tools apakah untuk mengecek plagiarisme, dimanakah membeli tools plagiarisme, dan bagaimana cara mengutip sumber dalam jurnal ilmiah saya.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pertama-tama periksalah persyaratan penerbitan jurnal yang akan Anda kirimkan. Banyak jurnal akan menyediakan informasi tentang hal-hal seperti jenis artikel yang diterima, batasan panjang artikel, persyaratan format, dan cara mengutip sumber. Dengan membaca persyaratan penerbitan jurnal tersebut, Anda dapat mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul saat menulis jurnal ilmiah.
Selain itu, Anda juga dapat mencari informasi tentang cara menulis jurnal ilmiah di internet atau bertanya kepada ahli dalam bidang tersebut. Ada banyak sumber yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan informasi tentang cara menulis jurnal ilmiah yang baik dan benar. Dengan mempelajari cara menulis jurnal ilmiah yang benar, Anda akan lebih mudah menyusun jurnal ilmiah Anda sendiri.

10 Pertanyaan Yang Sering Muncul Dalam Penulisan Jurnal Ilmiah

1. Bagaimana cara menemukan jurnal yang tepat untuk artikel saya?

Untuk menemukan jurnal yang tepat untuk artikel Anda, pertama-tama tentukan topik dan bidang penelitian Anda. Kemudian, carilah jurnal ilmiah yang memiliki fokus pada topik dan bidang penelitian tersebut. Anda dapat mencari jurnal ilmiah dengan menggunakan mesin pencari, seperti Google, atau dengan menggunakan basis data jurnal ilmiah seperti Scopus atau Web of Science.
Setelah Anda menemukan beberapa jurnal yang sesuai dengan topik dan bidang penelitian Anda, periksalah persyaratan penerbitan jurnal tersebut. Banyak jurnal akan menyediakan informasi tentang hal-hal seperti jenis artikel yang diterima, batasan panjang artikel, persyaratan format, dan cara mengutip sumber. Dengan membaca persyaratan penerbitan jurnal tersebut, Anda dapat mengetahui apakah jurnal tersebut cocok untuk artikel Anda atau tidak.
Selain itu, Anda juga dapat mencari informasi tentang jurnal ilmiah yang sesuai dengan topik dan bidang penelitian Anda di internet atau bertanya kepada ahli dalam bidang tersebut. Dengan melakukan riset dan bertanya kepada orang lain, Anda dapat menemukan jurnal ilmiah yang tepat untuk artikel Anda.

2. Apakah saya harus menulis jurnal ilmiah dalam bahasa Inggris?

Banyak jurnal ilmiah hanya menerima artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris, namun ada juga jurnal yang menerima artikel dalam bahasa lain. Jadi, tergantung pada jurnal yang akan Anda kirimkan, Anda mungkin harus menulis artikel dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa lain. Penting untuk memeriksa persyaratan penerbitan jurnal yang akan Anda kirimkan untuk mengetahui bahasa yang diterima oleh jurnal tersebut.

3. Apakah saya harus menulis abstrak dalam jurnal ilmiah saya?

Ya, jurnal ilmiah biasanya mengharuskan penulis untuk menyertakan abstrak di awal artikel. Abstrak adalah ringkasan singkat dari artikel yang menjelaskan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dari penelitian. Abstrak membantu pembaca memahami isi artikel dengan cepat dan memutuskan apakah artikel tersebut akan mereka baca lebih lanjut atau tidak.

4. Bagaimana cara memformat jurnal ilmiah saya sesuai dengan persyaratan jurnal?

Untuk memformat jurnal ilmiah Anda sesuai dengan persyaratan jurnal, pertama-tama periksa persyaratan format jurnal tersebut. Biasanya, persyaratan format akan mencakup hal-hal seperti jenis font yang digunakan, ukuran font, spasi, dan lain-lain. Kemudian, ikuti persyaratan format tersebut saat menulis dan memformat jurnal ilmiah Anda. Jika Anda masih kurang yakin tentang cara memformat jurnal ilmiah Anda, Anda dapat menggunakan template jurnal yang disediakan oleh jurnal tersebut atau bertanya kepada editor jurnal. Untuk contoh format, dapat Saudara downlod pada Template Jurnal Prajaiswara ini.

5. Apa itu plagiarisme?

Plagiarisme adalah kegiatan mengambil ide, kalimat, paragraf, atau bagian apapun dari suatu karya tulis tanpa memberikan kredit kepada pemilik karya asli atau tanpa menyebutkan sumbernya. Plagiarisme merupakan tindakan yang tidak etis dan dapat menyebabkan penulis yang melakukannya dikenakan sanksi, seperti hukuman atau diskualifikasi dari kompetisi atau publikasi ilmiah.
Plagiarisme dapat terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Penulis mungkin sengaja mengambil ide atau kalimat dari karya orang lain tanpa memberikan kredit atau menyebutkan sumbernya, atau penulis mungkin tidak sengaja mengambil ide atau kalimat dari karya orang lain karena tidak menyadari bahwa itu merupakan plagiat.
Untuk menghindari plagiarisme, penulis harus selalu memberikan kredit kepada sumber yang digunakannya dan menyebutkan sumber tersebut secara jelas dalam karya tulisnya. Penulis juga harus menggunakan tanda kutip atau menulis ide atau kalimat dari sumber dengan menggunakan bahasa yang berbeda dari sumber asli untuk menunjukkan bahwa ide atau kalimat tersebut bukan miliknya.

6. Bagaimana cara menghindari plagiarisme dalam penulisan jurnal ilmiah?

Ada beberapa cara untuk menghindari plagiarisme dalam penulisan jurnal ilmiah, diantaranya:
  • Mencatat sumber yang Anda gunakan sejak awal penulisan jurnal ilmiah. Ini dapat membantu Anda untuk mengingat sumber mana yang Anda gunakan dan mempermudah Anda untuk mencantumkan sumber dalam karya tulis Anda.
  • Menggunakan tanda kutip atau menulis ide atau kalimat dari sumber dengan menggunakan bahasa yang berbeda dari sumber asli untuk menunjukkan bahwa ide atau kalimat tersebut bukan milik Anda. Ini dapat membantu Anda untuk memberikan kredit kepada pengarang sumber dan menghindari plagiat.
  • Memparafrase ide atau kalimat dari sumber asli dengan menggunakan bahasa yang berbeda dari sumber asli. Dengan memparafrase, Anda dapat mengembangkan ide atau kalimat dari sumber asli dengan bahasa Anda sendiri, sehingga meningkatkan keaslian karya Anda dan memudahkan pembaca untuk memahami ide Anda.
  • Menggunakan alat untuk mengecek plagiarisme sebelum menyerahkan jurnal ilmiah Anda. Alat tersebut dapat memindai karya tulis Anda secara cepat dan akurat untuk menemukan kalimat atau paragraf yang sama dengan sumber lain. Dengan menggunakan alat tersebut, Anda dapat memeriksa karya tulis Anda untuk menghindari plagiarisme dan memastikan bahwa karya tulis Anda asli dan berkualitas.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat menghindari plagiarisme dalam penulisan jurnal ilmiah dan membuat jurnal ilmiah yang berkualitas dan bebas dari plagiat.

7. Tools apakah untuk mengecek plagiarisme?

Terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk mengecek plagiarisme, seperti:
  • Turnitin: Alat ini merupakan salah satu alat pengontrol plagiat yang paling populer dan banyak digunakan oleh penerbit jurnal ilmiah, institusi pendidikan, dan penulis. Turnitin dapat memindai karya tulis Anda secara cepat dan akurat untuk menemukan kalimat atau paragraf yang sama dengan sumber lain.
  • PlagScan: Alat ini mirip dengan Turnitin, namun PlagScan dapat digunakan secara online tanpa perlu mengunduh aplikasi. PlagScan juga dapat memindai karya tulis Anda secara cepat dan akurat untuk menemukan kalimat atau paragraf yang sama dengan sumber lain.
  • Copyscape: Alat ini dapat digunakan untuk memeriksa apakah karya tulis Anda telah dibagikan secara online tanpa izin Anda. Copyscape dapat memindai internet untuk menemukan halaman web yang mengandung kalimat atau paragraf yang sama dengan karya tulis Anda.
  • Plagiarism Checker X: Alat ini merupakan aplikasi yang dapat diunduh untuk mengecek plagiarisme. Plagiarism Checker X dapat memindai karya tulis Anda secara cepat dan akurat untuk menemukan kalimat atau paragraf yang sama dengan sumber lain. Alat ini juga dilengkapi dengan fitur untuk mengoreksi plagiat secara otomatis.
Dengan menggunakan alat-alat tersebut, Anda dapat memeriksa karya tulis Anda untuk menghindari plagiarisme dan memastikan bahwa karya tulis Anda asli dan berkualitas. Khusus untuk Jurnal Prajaiswara, kami menggunakan Ithenticate untuk mengecek tingkat plagiarisme, dengan ketentuan maksimal 25%.

8. Dimanakah membeli tools plagiarisme?

Banyak alat untuk mengecek plagiarisme yang dapat diperoleh secara online. Anda dapat menemukan alat-alat tersebut dengan menggunakan mesin pencari, seperti Google, dan mengunjungi situs web dari alat tersebut untuk membeli atau mengunduh alat tersebut.
Beberapa alat untuk mengecek plagiarisme yang populer dan banyak digunakan, seperti Turnitin, PlagScan, Copyscape, dan Plagiarism Checker X, biasanya dapat diperoleh dengan berlangganan atau membeli lisensi untuk menggunakan alat tersebut. Anda dapat mengunjungi situs web dari alat-alat tersebut untuk mengetahui harga dan cara pembelian alat tersebut.
Selain itu, Anda juga dapat mencari alat gratis untuk mengecek plagiarisme di internet. Beberapa alat gratis untuk mengecek plagiarisme dapat diperoleh dengan mengunduh aplikasi atau mengunjungi situs web dari alat tersebut. Namun, alat gratis biasanya tidak seakurat dan lengkap seperti alat berbayar, sehingga Anda perlu mempertimbangkan dengan cermat apakah alat gratis tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak.

9. Bagaimana cara mengutip sumber dalam jurnal ilmiah saya?

Untuk mengutip sumber dalam jurnal ilmiah, penulis harus menyebutkan nama pengarang, judul karya, tahun terbit, dan sumber yang digunakan dalam karya tulisnya. Penulis juga harus menggunakan tanda kutip atau menulis ide atau kalimat dari sumber dengan menggunakan bahasa yang berbeda dari sumber asli untuk menunjukkan bahwa ide atau kalimat tersebut bukan miliknya. Untuk contoh konkret, berikut adalah cara mengutip sumber dalam jurnal ilmiah menggunakan beberapa gaya penulisan yang umum digunakan, seperti gaya APA, gaya Chicago, dan gaya MLA:
  • Gaya APA:
    Contoh: Menurut Johnson (2013), "komunikasi efektif adalah kunci untuk sukses dalam kehidupan" (hal. 45).
Untuk membuat daftar pustaka, Anda dapat menggunakan salah satu dari berbagai perangkat lunak yang tersedia, seperti:
  • Microsoft Word: Perangkat lunak pengolah kata ini memiliki fitur untuk membuat daftar pustaka dan mencantumkan referensi secara otomatis. Anda hanya perlu menambahkan informasi tentang sumber yang Anda gunakan ke dalam daftar pustaka dan Word akan memformatnya sesuai dengan aturan penulisan yang dipilih.
  • Zotero: Ini adalah perangkat lunak gratis yang dapat Anda gunakan untuk mengelola dan membuat daftar pustaka secara online. Anda dapat menambahkan sumber ke dalam Zotero dengan mengimpor informasi dari database online atau dengan menambahkannya secara manual. Zotero juga memungkinkan Anda untuk mencantumkan referensi secara otomatis dalam dokumen yang sedang Anda tulis.
  • Mendeley: Ini adalah perangkat lunak gratis yang dapat Anda gunakan untuk mengelola dan membuat daftar pustaka secara online. Mendeley memungkinkan Anda untuk menambahkan sumber dengan mengimpor informasi dari database online atau dengan menambahkannya secara manual. Anda juga dapat mencantumkan referensi secara otomatis dalam dokumen yang sedang Anda tulis dengan menggunakan fitur integrasi Mendeley dengan Microsoft Word atau LibreOffice.
  • EndNote: Ini adalah perangkat lunak yang dapat Anda gunakan untuk mengelola dan membuat daftar pustaka. EndNote memungkinkan Anda untuk menambahkan sumber dengan mengimpor informasi dari database online atau dengan menambahkannya secara manual. Anda juga dapat mencantumkan referensi secara otomatis dalam dokumen yang sedang Anda tulis dengan menggunakan fitur integrasi EndNote dengan Microsoft Word atau LibreOffice.
Untuk memutuskan perangkat lunak mana yang terbaik untuk Anda, pertimbangkan kebutuhan Anda dan fitur yang ditawarkan oleh masing-masing perangkat lunak. Jika Anda tidak yakin, Anda dapat mencoba beberapa perangkat lunak yang tersedia secara gratis untuk melihat mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

10. Dalam mengutip suatu sumber dilakukan secara langsung atau diparafrasekan?

Bagaimana Anda mengutip sumber dalam karya tulis Anda tergantung pada situasi dan kebutuhan Anda. Kedua cara mengutip sumber, yaitu mengutip secara langsung atau memparafrasekan, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Mengutip secara langsung artinya mengutip kalimat atau paragraf dari sumber asli secara persis seperti yang ditulis oleh pengarang sumber tersebut. Mengutip secara langsung memiliki kelebihan karena menunjukkan bahwa ide atau kalimat yang Anda gunakan merupakan ide atau kalimat dari pengarang sumber tersebut, sehingga Anda dapat memberikan kredit kepada pengarang tersebut dan menghindari plagiat. Namun, mengutip secara langsung juga memiliki kekurangan, seperti mengurangi keaslian karya Anda dan menyulitkan pembaca untuk memahami ide Anda jika Anda mengutip terlalu banyak sumber secara langsung.
Memparafrase artinya menulis ide atau kalimat dari sumber asli dengan menggunakan bahasa yang berbeda dari sumber asli. Memparafrase memiliki kelebihan karena meningkatkan keaslian karya Anda dan memudahkan pembaca untuk memahami ide Anda. Namun, memparafrase juga memiliki kekurangan, seperti membutuhkan waktu dan usaha lebih untuk menulis ide atau kalimat dari sumber dengan bahasa yang berbeda, dan membutuhkan kehati-hatian agar tidak terjadi plagiat.
Jadi, lebih baik mengutip sumber secara langsung atau memparafrase tergantung pada situasi dan kebutuhan Anda. 
Anda dapat berkonsultasi dengan editor kami di Jurnal Prajaiswara jika Anda masih ada keraguan atau kebingungan tentang cara menghindari plagiarisme dalam penulisan jurnal ilmiah. Kami akan dengan senang hati membantu Anda dalam menghindari plagiarisme dalam karya tulis Anda dan membuat jurnal ilmiah yang berkualitas dan bebas dari plagiat. Anda dapat menghubungi kami melalui email atau form kontak yang tersedia di situs web kami.

Kesimpulan

Semoga jawaban yang kami berikan dapat membantu Anda dalam memecahkan permasalah penulisan jurnal ilmiah. Semoga bermanfaat
LihatTutupKomentar